Selasa, 24 November 2009

Warga Depok Enggan Minum Obat Antifilariasis

Sejumlah warga Depok, Jawa Barat, mengaku enggan mengkonsumsi obat antifilariasis yang berguna mencegah penyakit kaki gajah, karena takut obat tersebut akan mengakibatkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

"Kalau ada pengobatan massal saya tidak mau minum, takut efek sampingnya," kata Rudiyanto, warga Depok I, ketika dimintai komentar tentang penggunaan obat pencegah penyakit kaki gajah di Depok, Senin.

Ia mengatakan, setelah mendengar pemberitaan mengenai adanya sejumlah warga Bandung yang meninggal setelah meminum obat antifilariasis tersebut, dirinya takut mengkonsumsi obat tersebut.

Pemkot Depok berencana melakukan pengobatan massal tahap pertama pada 5 Desember 2009 dan dilanjutkan tahap kedua pada 12 Desember 2009.

Hal senada juga dikatakan oleh Rahayu, warga Sukmajaya. Ia mengatakan, tidak mau minum obat kaki gajah pada pengobatan massal karena takut efek sampingnya.

Ia mengharapkan pemerintah bisa menjelaskan terlebih dahulu kejadian di Bandung kepada masyarakat agar semua tahu, apakah memang benar obat antifilariasis bisa menyebabkan kematian seseorang atau memang korban mempunyai penyakit bawaan. "Harus ada penjelasan dulu dari pemerintah bahwa obat tersebut memang aman dikonsumsi," tegasnya.

Begitu juga dengan Yanti, warga Pancoran Mas. Ia bahkan tidak meminum obat kaki gajah pada pengobatan massal tahun lalu dan masih menyimpannya di rumah.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Depok, Ani Rubiani mengatakan, secara medis meminum obat filariasis tidak dapat menyebabkan kematian. "Tidak ada bukti medis, obat kaki gajah dapat menyebabkan meninggal dunia," jelasnya.

Menurut dia, kasus yang menimpa warga Bandung disebabkan faktor lain, diantaranya mengidap penyakit berat seperti darah tinggi, jantung atau epilepsi.
 
Sementara itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan pengobatan massal kaki gajah masih menunggu keputusan Departemen Kesehatan mengenai kelayakan obat tersebut untuk dikonsumsi masyarakat. "Kita masih menunggu keputusan pemerintah apakah minum obat antifilariasis bisa dilanjutkan atau tidak," katanya.

Ia mengatakan jika ada keputusan Depkes sebelum 5 Desember pihaknya akan menjalankan program tersebut sesuai jadwal. Namun jika belum ada keputusan maka akan ditunda. ant/ahiSejumlah warga Depok, Jawa Barat, mengaku enggan mengkonsumsi obat antifilariasis yang berguna mencegah penyakit kaki gajah, karena takut obat tersebut akan mengakibatkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

"Kalau ada pengobatan massal saya tidak mau minum, takut efek sampingnya," kata Rudiyanto, warga Depok I, ketika dimintai komentar tentang penggunaan obat pencegah penyakit kaki gajah di Depok, Senin.

Ia mengatakan, setelah mendengar pemberitaan mengenai adanya sejumlah warga Bandung yang meninggal setelah meminum obat antifilariasis tersebut, dirinya takut mengkonsumsi obat tersebut.

Pemkot Depok berencana melakukan pengobatan massal tahap pertama pada 5 Desember 2009 dan dilanjutkan tahap kedua pada 12 Desember 2009.

Hal senada juga dikatakan oleh Rahayu, warga Sukmajaya. Ia mengatakan, tidak mau minum obat kaki gajah pada pengobatan massal karena takut efek sampingnya.

Ia mengharapkan pemerintah bisa menjelaskan terlebih dahulu kejadian di Bandung kepada masyarakat agar semua tahu, apakah memang benar obat antifilariasis bisa menyebabkan kematian seseorang atau memang korban mempunyai penyakit bawaan. "Harus ada penjelasan dulu dari pemerintah bahwa obat tersebut memang aman dikonsumsi," tegasnya.

Begitu juga dengan Yanti, warga Pancoran Mas. Ia bahkan tidak meminum obat kaki gajah pada pengobatan massal tahun lalu dan masih menyimpannya di rumah.

Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Depok, Ani Rubiani mengatakan, secara medis meminum obat filariasis tidak dapat menyebabkan kematian. "Tidak ada bukti medis, obat kaki gajah dapat menyebabkan meninggal dunia," jelasnya.

Menurut dia, kasus yang menimpa warga Bandung disebabkan faktor lain, diantaranya mengidap penyakit berat seperti darah tinggi, jantung atau epilepsi.
 
Sementara itu, Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail mengatakan pengobatan massal kaki gajah masih menunggu keputusan Departemen Kesehatan mengenai kelayakan obat tersebut untuk dikonsumsi masyarakat. "Kita masih menunggu keputusan pemerintah apakah minum obat antifilariasis bisa dilanjutkan atau tidak," katanya.

Ia mengatakan jika ada keputusan Depkes sebelum 5 Desember pihaknya akan menjalankan program tersebut sesuai jadwal. Namun jika belum ada keputusan maka akan ditunda. ant/ahi
 
sumber:republikaonline

Selasa, 10 November 2009

Pengguna Facebook Indonesia Terbesar ke-7 di Dunia

Popularitas Facebook di Tanah Air benar-benar sudah mendigdaya. Tak tanggung-tanggung, Indonesia tercatat sebagai negara dengan pengguna Facebook terbesar ke-7 di dunia.

Dikutip detikINET dari CheckFacebook, Senin (9/11/2009), Indonesia dikatakan telah memiliki 11.759.980 pengguna Facebook. Posisi Indonesia satu strip di bawah Italia yang memiliki 12.581.060 pengguna dan berada di posisi ke-6.

Amerika Serikat masih menjadi pemasok warga Facebook terbesar sejagad. Negeri Paman Sam itu tercatat memiliki 94.748.820 pengguna. Disusul Inggris di posisi kedua dengan 22.261.080 pengguna.

Sementara jika dilihat dari pertumbuhan tiap minggunya, Indonesia juga berhasil masuk 10 besar dalam daftar negara dengan memiliki pertumbuhan pengguna tercepat. Pada perhitungan terakhir misalnya, Indonesia berada di posisi ke-9 tercepat dengan presentase 6,84%. 

Total pengguna Facebook sendiri saat ini sudah menembus angka 325 juta user di seluruh dunia. Melirik raihan tersebut, rasanya sulit bagi situs jejaring sosial lainnya untuk mengejar situs racikan Mark Zuckerberg itu.

Berikut adalah daftar negara dengan pengguna Facebook terbesar di dunia:     

  1. Amerika Serikat        94.748.820 (user)
  2. Inggris            22.261.080
  3. Turki               14.215.880
  4. Prancis           13.396.760
  5. Kanada           13.228.380
  6. Italia                12.581.060
  7. Indonesia        11.759.980
  8. Spanyol            7.313.160
  9. Australia           7.176.640
  10. Filipina             6.991.040
 
( ash / faw ) sumber:Detikinet

Minggu, 08 November 2009

Rekreasi Bersama Warga Rt 05/07



Alhamdulillah, akhirnya terlaksana juga acara rekreasi bersama warga rt 05 perumahan Kalibaru Permai ke vila Sampay di Cisarua, puncak pada tanggal 7 dan 8 November 2009.

ini adalah acara yang ke 2 kalinya, dan diikuti lebih banyak warga daripada tahun lalu 16 s/d 17 Agustus 2008. Kali ini acara diikuti oleh 11 keluarga dengan menggunakan 7 kendaraan berkonvoy meninggalkan perumahan Kalibaru Permai sekitar jam 10 pagi.


Acara ini adalah acara untuk keluarga dengan tujuan untuk refreshing dan menjalin keakraban antar warga rt 05/07 dan rekreasi untuk anak-anak yang ikut serta berjumlah 13 orang anak, untuk mereka acara berlibur ini tentu sangat menyenangkan,coba saja lihat foto-foto mereka.

Konvoy tiba di tujuan sekitar jam 11.30,setelah memindahkan barang bawaan, mulailah kesibukan ibu-ibu untuk menyiapkan makan siang bersama, sedangkan anak-anak langsung sibuk berteriak teriak meminta ke kolam renang, mereka sudah tidak sabar untuk berenang karena memang mereka sudah menyiapkan diri untuk itu, baju renang, pelampung dan ban renang, bukan cuma anak-anak, orangtuanya juga ikut meramaikan kolam renang yang cukup besar yang terbagi untuk orang dewasa dan anak-anak.

Selasa, 03 November 2009

Pemkot Depok Raih Penghargaan Dari Menkeu



Kota Depok ditetapkan sebagai salah satu daerah yang berprestasi berdasarkan kriteria kinerja keuangan serta kriteria ekonomi dan kesejahteraan. Atas prestasi tersebut, Pemerintah Kota Depok menerima penghargaan dari Departemen Keuangan RI yang diserahkan langsung Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kepada Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il pada acara peringatan Hari Keuangan ke-63 tahun 2009 di Kantor Departemen Keuangan RI, Jalan Wahidin Raya No.1 Jakarta Pusat, Senin malam (2/10).

Menurut Kepala bagian Humas dan Protokol Setda Kota Depok, Ade Supriatna S Salam, jumlah daerah yang menerima penghargaan pada malam tersebut sebanyak 54 pemerintah daerah, terdiri dari sembilan pemerintah provinsi, 17 pemerintah kabupaten dan 28 pemerintah kota dari seluruh Indonesia. Atas prestasi yang diraih tersebut, lanjut Ade, pemerintah pusat pada tahun 2010 akan memberikan apresiasi berupa dana insentif berkisar antara 18 milyar hingga 38 milyar kepada daerah yang berprestasi tersebut. “ untuk penentuan besaran alokasinya didasarkan pada rangking tertentu atas hasil bobot terhadap masing-masing unsur penilaian dari kriteria kinerja keuangan dan kinerja ekonomi serta kesejahteraan,” terang Ade.


Untuk kriteria yang digunakan, mantan sekretaris KPU kota Depok ini menjelaskan bahwa kriteria penentuan daerah yang berprestasi ada dua yaitu kriteria kinerja keuangan dan kriteria kinerja ekonomi dan kesejahteraan. Untuk kriteria penilaian kinerja keuangan, lanjut Ade Salam berdasarkan prestasi daerah dalam upayanya (effort) meningkatkan dan mempertahankan kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) agar dapat memperoleh opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) atau WDP (Wajar Dengan Pengecualian) dari BPK, upaya dalam menyampaikan perda APBD secara tepat waktu setiap tahunnya, upaya dalam memacu kenaikan PAD (Pendapatan Asli Daerah)nya di atas rata-rata kenaikan PAD nasional, serta daerah dengan kapasitas fiscal di bawah rata-rata nasional namun IPM (Indeks Pembangunan Manusia)nya di atas rata-rata nasional.

Sementara untuk kriteria kinerja ekonomi dan kesejahteraan, Ade Salam menambahkan penilaiannya berdasarkan prestasi daerahyang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata pertumbuhan nasional, daerah yang dapat mengurangi tingkat kemiskinan di atas rata-rata pengurangan kemiskinan nasional, serta memiliki inflasi di bawah rata-rata inflasi nasional.

Walikota Depok, H. Nur Mahmudi Isma’il usai menerima penghargaan menyampaikan rasa syukur atas penghargaan tersebut. Diharapkan, lanjut Walikota, penghargaan ini dapat memacu pemerintah daerah beserta seluruh jajarannya untuk dapat terus mengokohkan peningkatan kinerjanya, meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga serta dapat semakin mempercepat terwujudnya clean government dan good governance. “kita patut bersyukur atas penghargaan ini, semoga semakin memotivasi kita sebagai aparatur pemerintah untuk mempertahankan prestasi ini serta dapat semakin melayani dan mensejahterakan warga Depok.” ujar Walikota.
Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 03 November 2009 )